Peace

Author:Peace

273

Cerita Sulaiman/Solomon A.S. Part 3

NABI SULAIMAN AS Kekuasaan Sulaiman Atas Jin dan Makhluk Lain Nabi Sulaiman yang telah berkuasa penuh atas kerajaan Bani Isra'il yang makin meluas dan melebar, Allah telah menundukkan baginya makhluk-makhluk lain, iaitu Jin angin dan burung-burung yang kesemuanya berada di bawah perintahnya melakukan apa yang dikehendakinya dan melaksanakan segala komandonya. Di samping itu Allah member... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/sulaiman.jpg" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI SULAIMAN AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-size: medium;"><br /></span></span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-family: Osaka;"><b>Kekuasaan Sulaiman Atas Jin dan Makhluk Lain</b></span></p></span><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-size: medium;">Nabi Sulaiman yang telah berkuasa penuh atas kerajaan Bani Isra'il yang makin meluas dan melebar, Allah telah menundukkan baginya makhluk-makhluk lain, iaitu Jin angin dan burung-burung yang kesemuanya berada di bawah perintahnya melakukan apa yang dikehendakinya dan melaksanakan segala komandonya. Di samping itu Allah memberinya pula suatu kurnia berupa mengalirnya cairan tembaga dari bawah tanah untuk dimanfaatkannya bagi karya pembangunan gedung-gedung, perbuatan piring-piring sebesar kolam air, periuk-periuk yang tetap berada diatas tungku yang dikerjakan oleh pasukan Jin-Nya.<br /><br /></span></span></p><p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/6Sulaiman_2.jpg" width="640" alt="" /></p><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-size: medium;"><br />Sebagai salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Sulaiman ialah kesanggupan beliau menangkap maksud yang terkandung dalam suara binatang-binatang dan sebaliknya binatang-binatang dapat pula mengerti apa yang ia perintahkan dan ucapkan.<br />Demikianlah maka tatkala Nabi Sulaiman berpergian dalam rombongan kafilah yang besar terdiri dari manusia, jin dan binatang-binatang lain, menuju ke sebuah tempat bernama Asgalan ia melalui sebuah lembah yang disebut lembah semut. Disitu ia mendengar seekor semut berkata kepada kawan-kawannya: <strong>"Hai semut-semut, masuklah kamu semuanya ke dalam sarangmu, agar supaya kamu selamat dan tidak menjadi binasa diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya tanpa ia sedar dan sengaja.</strong><br /><br /></span></span></p><p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/8Sulaiman_2.jpg" width="640" alt="" /></p><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-size: medium;"><br />Nabi Sulaiman tersenyum tertawa mendengar suara semut yang ketakutan itu. Ia memberitahu hal itu kepada para pengikutnya seraya bersyukur kepada Allah atas kurnia-Nya yang menjadikan ia dapat mendengar serta menangkap maksud yang terkandung dalam suara semut itu. Ia merasa takjud bahawa binatang pun mengerti bahawa nabi-nabi Allah tidak akan mengganggu sesuatu makhluk dengan sengaja dan dalam keadaan sedar.</span></span></p><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: medium;"><br /><br /></span></span>
272

Cerita Sulaiman/Solomon A.S. Part 2

NABI SULAIMAN AS Sulaiman Menduduki Tahta Kerajaan Ayahnya Sejak masih berusia muda Sulaiman telah disiapkan oleh Daud untuk menggantikannya untuk menduduki tahta singgahsana kerajaan Bani Isra'il.Abang Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan dirinya dilangkahi oleh adiknya .Ia beranggapan bahawa dialah yang sepatutnya menjadi putera mahkota dan bukan adiknya yang lebih lemah fiz... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/sulaiman.jpg" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI SULAIMAN AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: medium;"><br /></span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><b>Sulaiman Menduduki Tahta Kerajaan Ayahnya</b> </span></span><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;">Sejak masih berusia muda Sulaiman telah disiapkan oleh Daud untuk menggantikannya untuk menduduki tahta singgahsana kerajaan Bani Isra'il.<br /><br />Abang Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan dirinya dilangkahi oleh adiknya .Ia beranggapan bahawa dialah yang sepatutnya menjadi putera mahkota dan bukan adiknya yang lebih lemah fizikalnya dan lebih muda usianya srta belum banyak mempunyai pengalaman hidup seperti dia. Kerananya ia menaruh dendam terhadap ayahnya yang menurut anggapannya tidak berlaku adil dan telah memperkosa haknya sebagai pewaris pertama dari tahta kerajaan Bani Isra'il.<br /><br />Absyalum berketetapan hati akan memberotak terhadap ayahnya dan akan berjuang bermati-matian untuk merebut kekuasaan dari tangan ayahnya atau adiknya apa pun yang harus ia korbankan untuk mencapai tujuan itu. Dan sebagai persiapan bagi rancangan pemberontakannya itu, dari jauh-jauh ia berusaha mendekati rakyat, menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada mereka menolong menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi serta mempersatukan mereka di bawah pengaruh dan pimpinannya. Ia tidak jarang bagi memperluaskan pengaruhnya, berdiri didepan pintu istana mencegat orang-orang yang datang ingin menghadap raja dan ditanganinya sendiri masalah-masalah yang mereka minta penyelesaian.<br /><br /></span></span></p><p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/4Sulaiman_2.jpg" width="640" height="333" alt="" /></p><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br />Setelah merasa bahawa pengaruhnya sudah meluas di kalangan rakyat Bani Isra'il dan bahawa ia telah berhasil memikat hati sebahagian besar dari mereka, Absyalum menganggap bahawa saatnya telah tiba untuk melaksanakan rencana rampasan kuasa dan mengambil alih kekuasaan dari tangan ayahnya dengan paksa. Lalu ia menyebarkan mata-matanya ke seluruh pelosok negeri menghasut rakyat dan memberi tanda kepada penyokong-penyokong rencananya, bahawa bila mereka mendengar suara bunyi terompet, maka haruslah mereka segera berkumpul, mengerumuninya kemudian mengumumkan pengangkatannya sebagai raja Bani Isra'il menggantikan Daud ayahnya.<br /><br />Syahdan pada suatu pagi hari di kala Daud duduk di serambi istana berbincang-bincang dengan para pembesar dan para penasihat pemerintahannya, terdengarlah suara bergemuruh rakyat bersorak-sorai meneriakkan pengangkatan Absyalum sebagai raja Bani Isra'il menggantikan Daud yang dituntut turun dari tahtanya. Keadaan kota menjadi kacau-bilau dilanda huru-hara keamanan tidak terkendalikan dan perkelahian terjadi di mana-mana antara orang yang pro dan yang kontra dengan kekuasaan Absyalum.<br /><br />Nabi Daud merasa sedih melihat keributan dan kekacauan yang melanda negerinya, akibat perbuatan puterannya sendiri. Namun ia berusaha menguasai emosinya dan menahan diri dari perbuatan dan tindakan yang dapat menambah parahnya keadaan. Ia mengambil keputusan untuk menghindari pertumpahan darah yang tidak diinginkan, keluar meninggalkan istana dan lari bersama-sama pekerjanya menyeberang sungai Jordan menuju bukit Zaitun. Dan begitu Daud keluar meninggalkan kota Jerusalem, masuklah Absyalum diiringi oleh para pengikutnya ke kota dan segera menduduki istana kerajaan. Sementara Nabi Daud melakukan istikharah dan munajat kepada Tuhan di atas bukit Zaitun memohon taufiq dan pertolongan-Nya agar menyelamatkan kerajaan dan negaranya dari malapetaka dan keruntuhan akibat perbuatan puteranya yang durhaka itu.<br /><br />Setelah mengadakan istikharah dan munajat yang tekun kepada Allah, akhirnya Daud mengambil keputusan untuk segera mengadakan kontra aksi terhadap puteranya dan dikirimkanlah sepasukan tentera dari para pengikutnya yang masih setia kepadanya ke Jerusalem untuk merebut kembali istana kerajaan Bani Isra'il dari tangan Absyalum. Beliau berpesan kepada komandan pasukannya yang akan menyerang dan menyerbu istana, agar bertindak bijaksana dan sedapat mungkin menghindari pertumpahan darah dan pembunuhan yang tidak perlu, teristimewa mengenai Absyalum, puteranya, ia berpesan agar diselamatkan jiwanya dan ditangkapnya hidup-hidup. Akan tetapi takdir telah menentukan lain daripada apa yang si ayah inginkan bagi puteranya. Komandan yang berhasil menyerbu istana tidak dapat berbuat lain kecuali membunuh Absyalum yang melawan dan enggan menyerahkan diri setelah ia terkurung dan terkepung.<br /><br />Dengan terbunuhnya Absyalum kembalilah Daud menduduki tahtanya dan kembalilah ketenangan meliputi kota Jerusalem sebagaimana sediakala. Dan setelah menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il selama empat puluh tahun wafatlah Nabi Daud dalam usia yang lanjut dan dinobatkanlah sebagai pewarisnya Sulaiman sebagaimana telah diwasiatkan oleh ayahnya.</span></span></p><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: medium;"><br /><br /></span></span>
271

Cerita Sulaiman/Solomon A.S. Part 1

NABI SULAIMAN AS Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera Nabi Daud. Sejak ia masih kanak-kanak berusia sebelas tahun, ia sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam mempertimbangkan dan mengambil sesuatu keputusan.Nabi Sulaiman Seorang Juri Sewaktu Daud, ayahnya menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il ia selalu mendampinginnya d... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/sulaiman.jpg" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI SULAIMAN AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: medium;"><br /></span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left">Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera Nabi Daud. Sejak ia masih kanak-kanak berusia sebelas tahun, ia sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam mempertimbangkan dan mengambil sesuatu keputusan.<br /><br /><b>Nabi Sulaiman Seorang Juri</b></p> </span></span><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;">Sewaktu Daud, ayahnya menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il ia selalu mendampinginnya dalam tiap-tiap sidang peradilan yang diadakan untuk menangani perkara-perkara perselisihan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat. Ia memang sengaja dibawa oleh Daud, ayahnya menghadiri sidang-sidang peradilan serta menyekutuinya di dalam menangani urusan-urusan kerajaan untuk melatihnya serta menyiapkannya sebagai putera mahkota yang akan menggantikanya memimpin kerajaan, bila tiba saatnya ia harus memenuhi panggilan Ilahi meninggalkan dunia yang fana ini. Dan memang Sulaimanlah yang terpandai di antara sesama saudara yang bahkan lebih tua usia daripadanya.<br /><br />Suatu peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otaknya iaitu terjadi pada salah satu sidang peradilan yang ia turut menghadirinya. dalam persidangan itu dua orang datang mengadu meminta Nabi Daud mengadili perkara sengketa mereka, iaitu bahawa kebun tanaman salah seorang dari kedua lelaki itu telah dimasuki oleh kambing-kambing ternak kawannya di waktu malam yang mengakibatkan rusak binasanya perkarangannya yang sudah dirawatnya begitu lama sehingga mendekati masa menuainya. Kawan yang diadukan itu mengakui kebenaran pengaduan kawannya dan bahawa memang haiwan ternakannyalah yang merusak-binasakan kebun dan perkarangan kawannya itu.<br /><br /></span></span></p><p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/1Sulaiman_2.jpg" width="640" alt="" /></p><p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br />Dalam perkara sengketa tersebut, Daud memutuskan bahawa sebagai ganti rugi yang dideritai oleh pemilik kebun akibat pengrusakan kambing-kambing peliharaan tetangganya, maka pemilik kambing-kambing itu harus menyerahkan binatang peliharaannya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi yang disebabkan oleh kecuaiannya menjaga binatang ternakannya. Akan tetapi Sulaiman yang mendengar keputusan itu yang dijatuhkan oleh ayahnya itu yang dirasa kurang tepat berkata kepada si ayah: <strong>"Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan itu sepatut berbunyi sedemikian : Kepada pemilik perkarangan yang telah binasa tanamannya diserahkanlah haiwan ternak jirannya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya, sedang perkarangannya yang telah binasa itu diserahkan kepada tetangganya pemilik peternakan untuk dipugar dan dirawatnya sampai kembali kepada keadaan asalnya, kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau kerugian lebih daripada yang sepatutnya."</strong><br /><br />Kuputusan yang diusulkan oleh Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang menggugat dan digugat dan disambut oleh para orang yang menghadiri sidang dengan rasa kagum terhadap kecerdasan dan kepandaian Sulaiman yang walaupun masih muda usianya telah menunjukkan kematangan berfikir dan keberanian melahirkan pendapat walaupun tidak sesuai dengan pendapat ayahnya.<br /><br />Peristiwa ini merupakan permulaan dari sejarah hidup Nabi Sulaiman yang penuh dengan mukjizat kenabian dan kurnia Allah yang dilimpahkan kepadanya dan kepada ayahnya Nabi Daud.</span></span></p><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /></span></span>
270

Cerita Daud/David A.S. Part 3

NABI DAUD AS Thalout hendak mencapi dua tujuan sekaligus dengan siasatnya ini, ia handak menghancurkan musuh yang selalu mengancam negerinya dan bersamaan dengan itu mengusirkan Daud dari atas buminya karena hampir dapat memastikan kepada dirinya bahwa Daud tidak akan kembali selamat dan pulang hidup dari medan perang kali ini.Siasat yang mengandungi niat jahat dan tipu daya Thalout itu... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/daud.png" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI DAUD AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /></span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;">Thalout hendak mencapi dua tujuan sekaligus dengan siasatnya ini, ia handak menghancurkan musuh yang selalu mengancam negerinya dan bersamaan dengan itu mengusirkan Daud dari atas buminya karena hampir dapat memastikan kepada dirinya bahwa Daud tidak akan kembali selamat dan pulang hidup dari medan perang kali ini.<br /><br />Siasat yang mengandungi niat jahat dan tipu daya Thalout itu bukan tidak diketahui oleh Daud. Ia merasa ada udang disebalik batu dalam perintah Thalout itu kepadanya, namun ia sebagai rakyat yang setia dan anggota tentera yang berdisiplin ia menerima dan melaksanakan perintah itu dengan sebaik-baiknya tanpa mempedulikan atau memperhitungkan akibat yang akan menimpa dirinya.<br /><br />Dengan bertawakkal kepada Allah berpasrah diri kepada takdir-Nya dan berbekal iman dan talwa di dalam hatinya berangkatlah Daud berserta pasukannya menuju daerah bangsa Kan'aan. Ia tidak luput dari lindungan Allah yang memang telah menyuratkan dalam takdir-Nya mengutuskan Daud sebagai Nabi dan Rasul. Maka kembalilah Daud ke kampung halamannya berserta pasukannya dengan membawa kemenangan gilang-gemilang.<br /><br /><div style="text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/Daud4.jpg" width="640" height="322" alt="" /></div><br />Kedatangan Daud kembali dengan membawa kemenangan diterima oleh Thalout dengan senyum dan tanda gembira yang dipaksakan oleh dirinya. Ia berpura-pura menyambut Daud dengan penghormatan yang besar dan puji-pujian yang berlebih-lebihan namun dalam dadanya makin menyala-nyala api dendam dan kebenciannya, apalagi disadarinya bahwa dengan berhasilnya Daud menggondol kemenangan, pengaruhnya di mata rakyat makin naik dan makin dicintainyalah ia oleh Bani Isra'il sehingga di mana saja orang berkumpul tidak lain yang dipercakapkan hanyalah tentang diri Daud, keberaniannya, kecekapannya memimpin pasukan dan kemahirannya menyusun strategi dengan sifat-sifat mana ia dapat mengalahkan bangsa Kan'aan dan membawa kembali ke rumah kemenangan yang menjadi kebanggaan seluruh bangsa.<br /><br />Gagallah siasat Thalout menyingkirkan Daud dengan meminjam tangan orang-orang Kan'aan. Ia kecewa tidak melihat jenazah Daud diusung oleh orang-orang nya yang kembali dari medan perang sebagaimana yang ia harapkan dan ramalkan, tetapi ia melihat Daud dalam keadaan segar-bugar gagah perkasa berada di hadapan pasukannya menerima alu-aluan rakyat dan sorak-sorainya tanda cinta kasih sayang mereka kepadanya sebagai pahlawan bangsa yang tidak terkalahkan.<br /><br />Thalout yang dibayang rasa takut akan kehilangan kekuasaan melihat makin meluasnya pengaruh Daud, terutama sejak kembalinya dari perang dengan bangsa Kan'aan, berfikir jalan satu-satunya yang akan menyelamatkan dia dari ancaman Daud ialah membunuhnya secara langsung. Lalu diaturlah rencana pembunuhannya sedemikian cermatnya sehingga tidak akan menyeret namanya terbawa-bawa ke dalamnya. Mikyal, isteri Daud yang dapat mencium rancangan jahat ayahnya itu, segera memberitahu kepada suaminya, agar ia segera menjauhkan diri dan meninggalkan kota secepat mungkin sebelum rancangan jahat itu sempat dilaksanakan . Maka keluarlah Daud memenuhi anjuran isterinya yang setia itu meninggalkan kota diwaktu malam gelap dengan tiada membawa bekal kecuali iman di dada dan kepercayaan yang teguh yang akan inayahnya Allah dan rahmat-Nya.<br /><br />Setelah berita menghilangnya Daud dari istana Raja diketahui oleh umum, berbondong-bondonglah menyusul saudara-2nya, murid-2nya dari para pengikutnya mencari jejaknya untuk menyampaukan kepadanya rasa setiakawan mereka serta menawarkan bantuan dan pertolongan yang mungkin diperlukannya.<br /><br />Mereka menemui Daud sudah agak jauh dari kota, ia lagi istirahat seraya merenungkan nasib yang ia alami sebgai akibat dari perbuatan seorang hamba Allah yang tidak mengenal budi baik sesamanya dan yang selalu memperturutkan hawa nafsunya sekadar untuk mempertahankan kekuasaan duniawinya. Hamba Allah itu tidak sedar, fikir Daud bahwa kenikmatan dan kekuasaan duniawi yang ia miliki adalah pemberian Allah yang sewaktu-waktu dapat dicabut-Nya kembali daripadanya.</span></span><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"> </span>
  • Date : 2017-01-24 (Tue)
  • Category : Daud A.S.
269

Cerita Daud/David A.S. Part 2

NABI DAUD AS Mikyal menjawab seraya menghela nafas panjang dan mengusap air mata yang terjatuh di atas pipinya: "Wahai Daud aku tidak akan menyembunyikan sesuatu daripadamu dan sesekali tidak akan merahsiakan hal-hal yang sepatutnya engkau ketahui. Sesungguhnya sejak ayahku melihat bahawa keturunanmu makin naik di mata rakyat dan namamu menjadi buah mulut yang disanjung-sanjung sebagai ... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/daud.png" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI DAUD AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /></span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;">Mikyal menjawab seraya menghela nafas panjang dan mengusap air mata yang terjatuh di atas pipinya: <strong>"Wahai Daud aku tidak akan menyembunyikan sesuatu daripadamu dan sesekali tidak akan merahsiakan hal-hal yang sepatutnya engkau ketahui. Sesungguhnya sejak ayahku melihat bahawa keturunanmu makin naik di mata rakyat dan namamu menjadi buah mulut yang disanjung-sanjung sebagai pahlawan dan penyelamat bangsa, ia merasa iri hati dan khuatir bila pengaruhmu di kalangan rakyat makin meluas dan kecintaan mereka kepadamu makin bertambah, hal itu akan dapat melemahkan kekuasaannya dan bahkan mungkin mengganggu kewibawaan kerajaannya. Ayahku walau ia seorang mukmin berilmu dan bukan dari keturunan raja menikmati kehidupan yang mewah, menduduki yang empuk dan merasakan manisnya berkuasa. Orang mengiakan kata-katanya, melaksanakan segala perintahnya dan membungkukkan diri jika menghadapinya. Ia khuatir akan kehilangan itu semua dan kembali ke tanah ladangnya dan usaha ternaknya di desa. Kerananya ia tidak menyukai orang menonjol yang dihormati dan disegani rakyat apalagi dipuja-puja dan dianggapnya pahlawan bangsa seperti engkau. Ia khuatir bahawa engkau kadang-2 dapat merenggut kedudukan dan mahkotanya dan menjadikan dia terpaksa kembali ke cara hidupnya yang lama sebagaimana tiap raja meragukan kesetiaan tiap orang dan berpurba sangka terhadap tindakan-2 orang-2nya bila ia belum mengerti apa yang dituju dengan tindakan-2 itu."</strong><br /><br /><strong>"Wahai Daud"</strong>, Mikyal meneruskan ceritanya, <strong>"Aku mendapat tahu bahawa ayahku sedang memikirkan suatu rencana untuk menyingkirkan engkau dan mengikis habis pengaruhmu di kalangan rakyat dan walaupun aku masih merayukan kebenaran berita itu, aku rasa tidak ada salahnya jika engkau dari sekarang berlaku waspada dan hati-hati terhadap kemungkinan terjadi hal-hal yang malang bagi dirimu."<br /></strong><br /><br /><div style="text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/Daud6.png" width="640" alt="" /></div><br />Daud merasa hairan kata-kata isterinya itu lalu ia bertanya kepada dirinya sendiri dan kepada isterinya: <strong>"Mengapa terjadi hal yang sedemikian itu? Mengapa kesetiaku diragukan oleh ayah mu, padahal aku dengan jujur dan ikhlas hati berjuang di bawah benderanya, menegakkan kebenaran dan memerangi kebathilan serta mengusir musuh ayahmu, Thalout telah kemasukan godaan Iblis yang telah menghilangkan akal sihatnya serta mengaburkan jalan fikirannya?"</strong> Kemudian tertidurlah Daud selesai mengucapkan kata-kata itu.<br /><br />Pada esok harinya Daud terbangun oelh suara seorang pesurh Raja yang menyampaikan panggilan dan perintah kepadanya untuk segera datang menghadap.<br />Berkata sang raja kepada Daud yang berdiri tegak di hadapannya: <strong>"Hai Daud fikiranku kebelakang ini sgt terganggu oleh sebuah berita yang mengrungsingkan. Aku mendengar bahwa bangsa Kan'aan sedang menyusun kekuatannya dan mengerahkan rakyatnya untuk datang menyerang dan menyerbu daerah kita. Engkaulah harapan ku satu-satunya, hai Daud yang akan dapat menanganu urusan ini maka ambillah pedangmu dan siapkanlah peralatan perangmu pilihlah orang-orang yang engkau percayai di antara tenteramu dan pergilah serbu mereka di rumahnya sebelum sebelum mereka sempat datang kemari. Janganlah engkau kembali dari medan perang kecuali dengan membawa bendera kemenangan atau dengan jenazahmu dibawa di atas bahu orang-orangmu."</strong><br /><br /></span></span></span>
  • Date : 2017-01-24 (Tue)
  • Category : Daud A.S.
268

Cerita Daud/David A.S. Part 1

NABI DAUD AS Daud Dan Raja Thalout Ketika raja Thalout raja Bani Isra'il mengerahkan orang supaya memasuki tentera dan menyusun tentera rakyat untuk berperang melawan bangsa Palestin, Daud bersama dua orang kakaknya diperintahkan oleh ayahnya untuk turut berjuang dan menggabungkan diri ke dalam barisan askar Thalout. Khusus kepada Daud sebagai anak yang termuda di antara tiga bersaudar... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/daud.png" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI DAUD AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><br /><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"><b>Daud Dan Raja Thalout</b></span> <br /><br /><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;">Ketika raja Thalout raja Bani Isra'il mengerahkan orang supaya memasuki tentera dan menyusun tentera rakyat untuk berperang melawan bangsa Palestin, Daud bersama dua orang kakaknya diperintahkan oleh ayahnya untuk turut berjuang dan menggabungkan diri ke dalam barisan askar Thalout. Khusus kepada Daud sebagai anak yang termuda di antara tiga bersaudara, ayahnya berpesan agar ia berada di barisan belakang dan tidak boleh turut bertempur. Ia ditugaskan hanya untuk melayani kedua kakaknya yang harus berada dibarisan depan, membawakan makanan dan minuman serta keperluan-2 lainnya bagi mereka, di samping ia harus dari waktu ke waktu memberi lapuran kepada ayahnya tentang jalannya pertempuran dan keadaan kedua kakaknya di dalam medan perang. Ia sesekali tidak diizinkan maju ke garis depan dan turut bertempur, mengingatkan usianya yang masih muda dan belum ada pengalaman berperang sejak ia dilahirkan.<br /><br />Akan tetapi ketika pasukan Thalout dari Bani Isra'il berhadapan muka dengan pasukan Jalout dari bangsa Palestin, Daud lupa akan pesan ayahnya tatkala mendengar suara Jalout yang nyaring dengan penuh kesombongan menentang mengajak berperang, sementara jaguh-jaguh perang Bani Isra'il berdiam diri sehinggapi rasa takut dan kecil hati. Ia secara spontan menawarkan diri untuk maju menghadapi Jalout dan terjadilah pertempuran antara mereka berdua yang berakhir dengan terbunuhnya Jalout sebagaimana telah diceritakan dalam kisah sebelum ini.<br /><br />Sebagai imbalan bagi jasa Daud mengalahkan Jalout maka dijadikan menantu oleh Thalout dan dikahwinkannya dengan puterinya yang bernama Mikyal, sesuai dengan janji yang telah diumumkan kepada pasukannya bahwa puterinya akan dikahwinkan dengan orang yang dapat bertempur melawan Jalout dan mengalahkannya.<br />Di samping ia dipungut sebagai menantu, Daud diangkat pula oleh raja Thalout sebagai penasihatnya dan orang kepercayaannya. Ia disayang, disanjung dan dihormati serta disegani bukan sahaja oleh mertuanya bahkan oleh seluruh rakyat Bani Isra'il yang melihatnya sebagai pahlawan bangsa yang telah berhasil mengangkat keturunan serta darjat Bani Isra'il di mata bangsa-2 sekelilingnya.<br /><br /><div style="text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/Daud5.jpg" width="640" alt="" /></div><br />Suasana keakraban, saling sayang dan saling cinta yang meliputi hubungan sang menantu Daud dengan sang mertua Thalout tidak dapat bertahan lama. Pada akhir waktunya Daud merasa bahwa ada perubahan dalam sikap mertuanya terhadap dirinya. Muka manis yang biasa ia dapat dari mertuanya berbalik menjadi muram dan kaku, kata-katanya yang biasa didengar lemah-lembut berubah menjadi kata-kata yang kasar dan keras. Bertanya ia kepada diri sendiri gerangan apakah kiranya yang menyebabkan perubahan sikap yang mendadak itu? Adakah hal-hal yang dilakukan yang dianggap oleh mertuanya kurang layak, sehingga menjadikan ia marah dan benci kepadanya? Ataukah mungkin hati mertuanya termakan oleh hasutan dan fitnahan orang yang sengaja ingin merusakkan suasana harmoni dan damai di dalam rumah tangganya? Bukankah ia seorang menantu yang setia dan taat kepada mertuanta yang telah memenuhi tugasnya dalam perang sebaik yang oa harapkan? dan bukankah ia selalu tetap bersedia mengorbankan jiwa raganya untuk membela dan mempertahankan kekekalan kerajaan mertuanya?</span><br /><br /></span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;">Daud tidak mendapat jawapan yang memuaskan atas pertanyaan-2 yang melintasi fikirannya itu. IA kemudian kembali kepada dirinya sendiri dan berkata dalam hatinya mungkin apa yang ia lihat sebagai perubahan sikap dan perlakuan dari mertuannya itu hanya suatu dugaan dan prasangka belaka dari pihaknya dan kalau pun memang ada maka mungkin disebabkan oleh urusan-2 dan masalah-2 peribadi dari mertua yang tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya sebagai menantu. demikianlah dia mencuba menenangkan hati dan fikirannya yang masyangul yang berfikir selanjutnya tidak akan mempedulikan dan mengambil kisah tentang sikap dan tindak-tanduk mertuanya lebih jauh.<br /><br />Pada suatu malam gelap yang sunyi senyap, ketika ia berada di tempat tidur bersam isterinya Mikyal. Daud berkata kepada isterinya: </span><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;">"Wahai Mikyal, entah benarkah aku atau salah dalam tanggapanku dan apakah khayal dan dugaan hatiku belaka atau sesuatu kenyataan apa yang aku lihat dalam sikap ayahmu terhadap diriku? Aku melihat akhir-2 ini ada perubahan sikap dari ayahmu terhadap diriku. Ia selalu menghadapi aku dengan muka muram dan kaku tidak seperti biasanya. Kata-katanya kepadaku tidak selamah lembut seperti dulu. Dari pancaran pandangannya kepadaku aku melihat tanda-2 antipati dan benci kepadaku. Ia selalu menggelakkan diri dari duduk bersama aku bercakap-cakap dan berbincang-bincang sebagaimana dahulu ia lakukan bila ia melihatku berada di sekitarnya."</span></strong></span></span>
  • Date : 2017-01-24 (Tue)
  • Category : Daud A.S.
267

Cerita Harun/Aaron A.S. Part 3

NABI HARUN AS Pada Surat Al-A'raaf [Al-A'raf] [7]: ayat 142, Firman Allah SWT : Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: "Gantikanlah aku dalam (memim... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/harun.png" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI HARUN AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /></span></span><div style="text-align: left;"></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"><b>Pada Surat Al-A'raaf <em>[Al-A'raf] [7]: ayat 142</em>, Firman Allah SWT :</b></div></span></span><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"></div></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: <strong>"Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan"</strong>.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"><b>Pada Surat Thaahaa <em>[Thaha] [20] : ayat 25-36</em>, Firman Allah SWT :</b></div></span></span><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"></div></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Berkata Musa: <strong>"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami"</strong>. Allah berfirman: </span><strong><span style="font-family: Osaka;">"Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa."</span></strong></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"><b>Pada Surat Thaahaa <em>[Thaha] [20] : ayat 42-50</em>, Firman Allah SWT :</b></div></span></span><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"></div></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <strong>Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut"</strong>. Berkatalah mereka berdua: <strong>"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas"</strong>. Allah berfirman: <strong>"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat"</strong>. Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firaun) dan katakanlah: <strong>"Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling</strong>. Berkata Firaun:<strong> "Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa ?</strong> Musa berkata: </span><strong><span style="font-family: Osaka;">"Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.</span></strong></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/Harun3.jpg" width="640" height="480" alt="" /></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /><br /></span></span></div><div style="text-align: left;"></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"><b>Pada Surat Thaahaa <em>[Thaha] [20] : ayat 59-73</em>, Firman Allah SWT :</b></div></span></span><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"></div></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Berkata Musa: <strong>"Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik"</strong>. Maka Firaun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang. Berkata Musa kepada mereka: <strong>"Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa"</strong>. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan. Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka). Mereka berkata: <strong>"Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama. Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini</strong>. (Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: <strong>"Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"</strong> Berkata Musa: <strong>"Silahkan kamu sekalian melemparkan"</strong>. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: <strong>"janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang"</strong>. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: <strong> "Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa"</strong>. Berkata Firaun: <strong>"Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya"</strong>. Mereka berkata: <strong>"Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)"</strong>.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"><b>Pada Surat Thaahaa<em> [Thaha] [20] : ayat 85-89</em>, Firman Allah SWT :</b></div></span></span><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"></div></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Allah berfirman: <strong>"Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati</strong>. Berkata Musa: <strong>"Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, dan kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"</strong>. Mereka berkata: <strong>"Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya"</strong>, kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: <strong>"Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa"</strong>. Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?</span></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /><br /></span></span></div><div style="text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/Harun4.jpg" width="640" alt="" /></div><div style="text-align: left;"></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"><b><br />Pada Surat Thaahaa </b><em><strong>[Thaha] [20] : ayat 90-94</strong></em><b>, Firman Allah SWT :</b></div></span></span><span style="font-family: Osaka;"><div style="text-align: left;"></div></span><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> </span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: <strong>"Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku"</strong>. Mereka menjawab:<strong> "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami"</strong>. Berkata Musa: <strong>"Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"</strong> Harun menjawab'</span><strong><span style="font-family: Osaka;"> "Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku".</span></strong></span></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /><br /></span></span>
266

Cerita Harun/Aaron A.S. Part 2

NABI HARUN AS Hal itu kemudian menjadi tanda awal kenabian Musa sebagai Kalimullah. Permintaan Musa pun dikabulkan dan Allah mengutus pula saudaranya, Harun sebagai pendampingnya. Allah memerintahkan mereka berdua (Musa dan Harun) agar bertutur lemah lembut saat memperingatkan Fir'aun. Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk mengatakan kepada Fir'aun, "Kami adalah utusan Rabb alam semes... <h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/harun.png" alt="" /><br /></span></span></h3><h3 class="post-title entry-title" itemprop="name" style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: Osaka;">NABI HARUN AS </span></span></span></h3><hr size="1" /><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /></span></span><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;">Hal itu kemudian menjadi tanda awal kenabian Musa sebagai Kalimullah. Permintaan Musa pun dikabulkan dan Allah mengutus pula saudaranya, Harun sebagai pendampingnya.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Allah memerintahkan mereka berdua (Musa dan Harun) agar bertutur lemah lembut saat memperingatkan Fir'aun. Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk mengatakan kepada Fir'aun, </span><strong><span style="font-family: Osaka;">"Kami adalah utusan Rabb alam semesta kepadamu. Lepaskanlah bani Israil dan jangan siksa mereka. Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk."</span></strong></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Pada saat itulah kesombongan menguasai Fir'aun hingga dia berkata kepada Musa, <strong>"Bukanlah kami yang mengasuhmu sewaktu kecil?"</strong> Dia pun menyebutkan berbagai kebaikannya terhadap Musa, bahkan mulai mengejek dan menuduh Nabi Musa dan Nabi Harun melakukan sihir. Fir'aun lalu memerintahkan tukang sihirnya untuk menghadapi mereka berdua. Ahli sihir Fir'aun pun berdatangan dan melemparkan tali-tali mereka dan menyihirnya menjadi ular untuk menandingi Musa. Nabi Musa lantas melemparkan tongkatnya yang kemudian berubah menjadi ular dan menelan ular-ular mereka atas pertolongan Allah.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Melihat mukjizat itu, para ahli sihir Fir'aun pun mengimani Musa dan syariat Allah yang dia bawa. Mereka juga tidak memedulikan berbagai ancaman Fir'aun. Mereka semua berkata seperti yang diabadikan al-Qur'an,<strong> "Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (adzab-Nya),"</strong> <em>[QS. Thaha [20]: 73]</em>.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Fir'aun lalu berencana membunuh Musa dan Harun serta semakin keras menyiksa bani Israil. Nabi Musa memerintahkan mereka untuk menguatkan jiwa dan bersabar. Dia kemudian berdoa kepada Allah agar menurunkan adzab yang pedih kepada Fir'aun dan kaumnya. Allah berfirman,<strong>"Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. ),"</strong> <em>[QS. Al-A'raf [7]: 133]</em>.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Ketika Fir'aun dan kaumnya sudah tidak berdaya dengan adzab dengan adzab yang menimpa mereka, dia pun meminta kepada Musa agar berdoa kepada Allah untuk menghentikan siksaan itu. Fir'aun kemudian berjanji tidak akan lagi menyiksa bani Israil. Nabi Musa lantas memohon kepada Allah agar menghentikan siksaan itu dan Allah pun mengakhirinya. Namun, Fir'aun ingkar janji, dan dia kembali menyiksa bani Israil untuk kedua kalinya.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Sementara itu, bani Israil berkumpul dan meminta kepada Nabi Musa dan Nabi Harun agar dia membawa mereka keluar dari Mesir. Nabi Musa dan Nabi Harun pun membawa kaumnya dan berangkat ke arah negeri Kan'an melewati Sinai. Fir'aun beserta bala tentaranya mengejar mereka. Namun, Nabi Musa dan Nabi Harun beserta kaumnya dapat menyeberangi laut dengan mukjizat yang telah Allah berikan kepada Musa. Fir'aun dan pasukannya juga ikut menyeberang laut mengejar mereka, tetapi Allah menenggelamkan Fir'aun beserta seluruh tentaranya.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: center;"><img src="//blog-imgs-98-origin.fc2.com/p/e/a/peacesensei/Harun1.jpg" width="640" alt="" /></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Nabi Musa dan Nabi Harun serta bani Israil tiba di padang pasir negeri Sinai. Setelah melihat banyak perbedaan antara daerah itu dan negeri sungai Nil yang subur (Mesir), mereka mengajukan berbagai permintaan kepada Nabi Musa. Nabi Musa telah menerima Taurat. Di dalamnya terdapat beragam syariat samawiyah. Kaumnya mulai menyeleweng, terlebih setelah Nabi Musa pergi untuk menerima lembaran wahyu. As-Samiri telah mempengaruhi bani Israil untuk menyembah anak sapi sehingga mereka meminta kepada Musa agar dibuatkan patung untuk disembah.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Nabi Musa lantas marah dan mengecam permintaan mereka. Dia ingin menjadikan sebuah pusat pemerintahan untuk kaumnya. Dia kemudian pergi menuju kota Ariha (Jericho), tetapi kaumnya tidak mau dan berkata seperti termaktub dalam al-Qur'an, <strong>"Mereka berkata, 'wahai Musa, sampai kapanpun kami tidak akan memasuki, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu, pergilah engkau bersama Rabbmu, dan berperanglah kalian berdua, biarlah kami tetap (menanti) di sini saja,' "</strong> <em>[QS. Al-Ma'idah [5]: 24]</em>.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Di saat mereka menolak untuk masuk negeri yang disucikan itu, Allah membalasnya dengan adzab. Mereka pun tersesat di lembah Tih selama 40 tahun. Beberapa tahun setelah itu, Nabi Harun wafat lalu disusul Nabi Musa. Setelah Nabi Musa wafat, bani Israil baru merasakan buruk dan bodohnya perbuatan serta tingkah laku mereka kepada Nabi Musa. Karena itu, mereka mengangkat Yusya' bin Nun sebagai Raja. Dialah yang kemudian membawa mereka menyeberangi sungai Jordan (asy-Syari'ah) menuju kota Ariha dan tinggal di sana.</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Kisah Nabi Harun dalam Al-Qur'an</span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> <br /></span></span></div><div style="text-align: left;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"> Di dalam Al-Quran, nama Harun as, disebutkan sebanyak 20 kali, antara lain seperti berikut ini.</span></span></div><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Osaka;"><br /><br /></span></span>